Deklarasi Warganet MPR RI Bikin Bernetizen Jadi Lebih Keren dan Bertanggungjawab

0 293

JAKARTA, generasipiknik.com – Menjadi pengalaman yang langka bagi saya menjadi bagian warganet yang tergabung dalam netizen MPR RI. Lebih langka lagi, dari kebiasaan hanya duduk bersanding ikut acara sosialisasi empat pilar MPR RI, kini kami justru didapuk untuk merumuskan sebuah formulasi deklarasi bagi Warganet (netizen) di seluruh Indonesia.

Formulasi itu kami susun dalam sebuah draft Deklarasi Warganet (Netizen) Indonesia, sebuah landasan platform dalam memainkan jari-jari di gawai agar lebih berpikir ulang seribu kali, layak gak sih apa yang saya posting, apa yang saya bagi, atau saya informasikan.

Kita pastinya sepakat dong, bersosial media perlu disepakati untuk lebih sehat dalam menyajikan literasi digital kepada masyarakat luas, tentunya selain dari informasi media mainstream, netizen punya peran penting pula dalam menyajikan informasi yang sehat. Dilain sisi netizen memiliki akses tak terbatas dari segala penjuru aplikasi digital yang bertebaran di dunia maya.

Sebut saja blog, vlog, YouTube, Instagram, Twitter, Facebook, bahkan pesan berantai via messenger seperti WhatsApp, SMS blast, atau sekadar menautkan profil dan status live pada akun pribadi masing-masing sosial media. Perlu ada tataran dan tatanannya. Kami, netizen perlu mengawali itu semua, demi apa? Yess..demi Indonesia yang lebih baik..titik!!.

Berawal dari roadshow sosialisasi empat pilar Majlis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI yang telah berjalan sejak 2015, mendatangi 11 kota dari masing-masing propinsi. Dan akhirnya pada 7-9 Desember 2018 kemarin, sebuah agenda Gathering Warganet (Netizen) Indonesia MPR RI berlangsung, untuk menyusun draft deklarasi warganet (netizen) Indonesia.

Lalu prosesnya seperti apa yak? proses menyusun pun bisa dibilang tak gampang, kami perwakilan dari 11 propinsi berjumlah 44 delegasi netizen membentuk kelompok. Ada lima kelompok besar untuk masing-masing membuat rumusan deklarasi itu. Kami diberi waktu 30 menit, hmm..ini lebih ‘kejam’ dari deadline berita yang jadi makananku tiap hari. It’s okelah, semua demi Indonesia, kami pun menyanggupi dengan dorongan kata ‘Bismillah’ diawal diskusi kelompok.

Tak mudah, iya tak mudah, bayangkan saja dari 44 kepala personal minimal memiliki satu pemikiran dan itu harus disatukan. Semua baik, semua inspiratif dan semua pemikiran itu layak dituangkan.

Sampai akhirnya, malam itu, Jumat (7/12/2018), Merapi Balroom Hotel Sultan Jakarta menjadi saksinya. Sebuah draft dari pemikiran singkat yang padat dan penuh kengototan berakhir dengan musyawarah pemufakatan, membulatkan empat isi deklarasi warganet (netizen) Indonesia.

Draft itu sementara disampaikan terlebih dahulu melalui Kapala Biro Hubungan Masyarakat MPR RI  Siti Fauziah, yang didampingi Kepala Bagian Pengolahan Data dan Sistem Informasi (PDSI) Andrianto Madjid. Untuk selanjutnya diserahkan dan dinyatakan bersama pada keesokan harinya, Sabtu (8/12/2018), di hadapan Sekretaris Jenderal MPR RI di Gedung Nusantara V komplek MPR RI.

Lantas seperti apa wajah isi empat deklarasi warganet (netizen) Indonesia itu ? Jujur saya pribadi merinding melihat isi empat deklarasi itu, serasa mirip menyusun platform undang-undang dasar pernetizen, apalagi diserahkan ke hadapan MPR RI.

Tuh kan, serasa mau dilegislasikan dihadapan anggota dewan terhormat kayak pengesahan undang-undang..hehehe..

Sebagai gambaran, tentunya kami netizen yang tergabung dalam netizen MPR RI tak lupa  menyematkan empat pilar MPR RI, seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Insyaallah, empat isi deklarasi itu berlandaskan nilai-nilai empat pilar tersebut.

Begini isi Deklarasi Warganet (Netizen) Indonesia MPR RI Tahun 2018 :
Kami Netizen Indonesia Berjanji Untuk,
1. Tidak menyebarkan konten hoax dan SARA
2. Bijak bermedia sosial sesuai dengan Pancasila
3. Menerapkan empat pilar MPR RI dalam literasi digital
4. Bersatu membuat keren Indonesia dengan konten yang positip

Jakarta, 8 Desember 2018
Warganet (Netizen) Indonesia

Nah, bener kan, merinding bacanya..

Hingga akhirnya, dihari yang ditunggu Sabtu (8/12/2018), kami 44 netizen menyerahkan langsung dihadapan Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono, draft itu juga kami bacakan bersama dengan lantang.

Dan pastinya, karena sudah sepakat maka untuk mengikat dan mengingat kami menandatangani isi Deklarasi Warganet (Netizen) Indonesia tersebut.

Satu persatu dari kami maju membubuhkan tandatangan dibawah lembaran kertas isi deklarasi itu. Kami pun bangga, setidaknya bubuhan tandatangan itu menjadi saksi buah sekelumit perjuangan kami dari jutaan netizen Indonesia. (win)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.