Disporapar dan Basarnas Kantor SAR Semarang Melakukan Perjanjian Mitigasi di Obyek Wisata

0 139

Secara resmi Dinporapar Provinsi Jawa Tengah melakukan perjanjian kerjasama MoU (Pelayanan Pencarian Dan Pertolongan Kepada  Wisatawan Dan Dan Penyelengara Pariwisata Di Jawa Tengah) dengan Kantor Basarnas Semarang tujuannya untuk memperkuat kerjasama yang selama ini telah dijalankan. Secara jelas sekali bagaimana kita menyiapkan data daya tarik wisata yang mempunyai potensial  dan Rawan terhadap kecelakaan. Yang kedua kita coba melakukan kegiatan-kegiatan yang harus mempunyai pengamanan-pengaman di lingkup daya tarik wisata kita yang ada di jawa tengah ini. Nah tentu didalamnya nanti yang memandu teman-teman dari SAR ini.  Nah tentu kami sangat-sangat berharap bahwa dengan keberadaan perjanjian kerjasama ini dengan kegiatan-kegiatan kongkrit itu daya saing pariwisata kita bisa meningkat, karena  tadi standart  keamanan di pariwisata ini sangat-sangat  ketat apalagi kita ingin mendatangkan wisatawan mancanegara. Nah keberadaan beliau dari kantor SAR ini yang membantu kami dalam meningkatkan kualitas atau standart keamanan di daya tarik wisata. Saya kira ini meningkatkan daya saing wisata kita yang ada di Jawa Tengah.

Tentu memang fokusnya yang utama di daya tarik wisata tirta (Pantai, Kolam Renang) yang jumlahnya sangat banyak. Kedua, Daya tarik wisata yang non tirta. Kedepan tentu kongkringtnya memang harus ada kegiatan-kegiatan yang berkesinambungan antara Dinporapat dan Kantor SAR Semarang.  Karena jumlah pariwisata kita yang ada di Jawa Tengah saat ini sekitar 500an Destinasi Wisata, serta jumlah SDM kita banyak namun kualitasnya perlu kita tingkatkan. Jadi untuk lebaran besok kita sudah membuat surat edaran dari gubernur agar Bupati/ Walikota menghadai lebaran agar meningkatkan daya tarik wisata yang ada di daerah masing-masing diwilayahnya. Terutama memetakan kembali daerah-daerah yang rawan, seperti Pantai cek kembali daerah mana yang perlu dikasih tanda peringatan  larangan / bahaya di sekitar pantai atau daerah rawan lainya. Dan nanti akan kita kirim ke kantor SAR Semarang, agar beliau mempunyai data dan informasi suatu saat terjadi sesuatu pak kepala SAR Semarang bisa lebih cepat bergeraknya. Ujar Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata Bapak Urip Sihabudin.

Untuk mendukung program-program pariwisata dengan wisata yang aman itu nanti diharapkan tingkat wisatawan Domestik ataupun Mancanegara ke Jawa Tengah nanti akan semakin meningkat. Karena ada jaminan keselamatan dari Basarnas melalui dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata. Disini Basarnas mendukung peningkatan kapasitas dalam hal Pencarian dan pertolongan. Karena memang di undang-undang pariwisata juga diwajibkan bahwa para pengusaha pariwisata ini harus menyediakan SDM yang mempunyai kompetensi SAR untuk menjamin keselamatan Pariwisata. Ini sinergi dengan Undang-undang No. 29 Tahun 2014. Memang ini sangat relevan, jadi kami sama-sama nanti dengan Kementrian Pariwisata.

Kita sudah melakukan MoU di Tingkat pusat antara Basarnas Pusat dengan Kementrian Pariwisata. Di Tahun 2014 – 2016 kita (Basarnas Semarang) mendata bahwa terjadi 20 orang meninggal dunia, kejadian yang di daminasi wisata-wisata air. Jadi kami tidak hanya berkerjasama dengan Dinas Pariwisata Provinsi saja namun juga tingkat Kabupaten/ Kota yang ada di jawa tengah. Agar nanti di tiap – tiap daerah itu di dorong pengelola pariwisata membentuk unit SAR. Kalau yang sudah ada kita tingkatkan lagi kemampuannya dan yang belum ada membentuk unit SAR. Sehingga Respon time ketika terjadi keadaan darurat daerah tujuan wisata tersebut korban bisa segera cepat di selamatkan tidak harus menunggu dari Basarnas. Karena kami belum tentu di dekatnya. Misal kalau di air itu Respon time harus cepat waktunya hanya beberapa menit saja, agar korban bisa segera di selamatkan. kata Agus Haryono Kepala Kantor SAR Semarang. Beliau menambahkan untuk kejadian kecelakaan, kebanyakan laka tirta. Misalnya di di pantai terutama di daerah pantai selatan seperti  Cilacap, kebumen dan  di utara ada di kabupaten Jepara, dan Tegal, Serta arung jeram.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.