Enam Wisata Atraksi Budaya Jateng Masuk 100 Calendar of Event Kemenpar

Launching 100 Calendar of Event Kemenpar

0 196

SOLO, generasipiknik.com – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah melaunching 100 Calendar of Events Wonderful 2019, di Hotel Alana Solo, Senin (29/4/2019).

Dari 100 event yang ada di Jateng itu, sebanyak 70 event diantaranya merupakan unggulan event budaya, pariwista, maupun olahraga. Setelah dikurator lagi oleh Kemenpar ada enam diantaranya masuk dalam kategori Top of 10 National  Events 2019.

Diantaranya yakni Borobudur Marathon, Solo Internasional Performing Arts (SIPA), Solo Batik Carnaval (SBC), Dieng Culture Festival (DCF), Festival Cheng Ho, dan Festival Payung Indoneisa.

Staf Ahli Kemanpar Bidang Multikultural Esthy Reko Astuti saat Launching 100 Calendar of Events Kemenpar

“Calendar of Events sebagai diversifikasi atraksi dalam sebuah destinasi pariwisata dan meningkatkan citra brand destinasi pariwisata Jawa Tengah,” kata Esthy Reko Astuty, Staf Ahli Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata.

Melalui atraksi budaya dan pariwisata, lanjut Esthy, akan memberikan pengalaman (experience) bagi wisatawan yang datang pada enam event tersebut. Bahkan mampu membuat daya tarik untuk tinggal lebih lama jadi makin terbuka.

“Selain meningkatkan jumlah kunjungan juga mampu untuk membuat wisatawan tinggal lebih lama. Ini akan ada multiple efek dari bertambahnya pengeluaran wisatawan,” jelasnya.

Festival Cheng Ho Semarang masuk dalam Top 10 Event Calendar of Events Kemenpar

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemun menambahkan, enam event pariwisata Jateng yang masuk calendar of event Kemenpar diharapkan mampu merangsang wisata daerah lainnya.

“Potensi di Jateng banyak dan menarik semua, jangan hanya menjadi penonton tetapi harus tetap menjadi penikmat. Potensi daerah harus digali dan dikelola dengan baik,” kata Gus Yasin.

Dia mencontohkan, destinasi wisata alam Umbul Ponggok di Klaten yang dikelola oleh BUMDes mampu menghasilkan pendapatan asli daerah mencapai lebih dari Rp 10 miliar per tahun.

“Maka peran pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam upaya membuka dan mengembangkan berbagai potensi daerah, termasuk para pemuda dengan berbagai inovasi dan inovatif,” tukasnya. (Yudi/win)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.