Genpi Jateng Hadirkan Atraksi Nuansa Pedesaan di Pasar Karetan

Ada Lomba Fotografi dan Outbond Bagi Nitizen

1 435

SEMARANG, generasipiknik.com – Generasi Pesona Indonesia (GENPI) Jateng kembali membuat kreasi terobosan promosi dan sosialisasi pariwisata di Semarang. Mengkonsep ‘Pasar Karetan’, mengambil suasana hutan karet di kecamatan Mijen Kota Semarang, dengan sebuah nuansa kehidupan asli pedesaan.

Persisnya di sekitar Radja Pendapa Camp, desa Segrumung, Meteseh, Kec Boja, Kendal. Tetapi lokasinya lebih mudah dan cepat diakses dari Kota Semarang, dekat Kecamatan Mijen.

“Acara Pasar Karetan diadakan 5 November 2017, pukul 06.00 sampai 11.00 WIB,” kata Mei Kristiani, Ketua Panpel Pasar Karetan itu.

Dikatakan Mei, nama ‘Pasar Karetan’ diambil karena lokasinya berada di tepi hutan karet milik PTP. Lokasi yang bisa dipakai untuk trekking keluarga dulu, yang bisa dibuat dengan jarak 3 km, 5 km dan 10 km.

“Pasar ini konsepnya lebih ke tradisional, tempo doeloe, lengkap dengan atraksi dan permainan anak-anak jadoel,” kata Mei.

Konsepnya, mengajak masyarakat di desa itu untuk memasak panganan tradisional, untuk dijajakan di pasar yang akan dijalankan setiap Minggu.

Sementara, Ketua Genpi Jateng Shafigh Pahlevi Lontoh menyampaikan, GenPI Jateng dengan seluruh network di media sosial melakukan sosialisasi dan promosi di media sosial. Kekuatan sosial media ini yang akan mempromosikan di dunia maya.

“Kami ingin menciptakan atraksi baru. Membuat destinasi baru, nuansa tempo doeloe dalam sebuah pasar. Ini akan kami lakukan setiap Minggu pagi, dan selalu diposting via medsos,” katanya.

Beberapa atraksi yang dihadirkan diantaranya ada permainan anak seperti main egrang, dakon, main mercon bumbung (dengan bambu petung, red), sunda manda, lompat tali, main kelereng, gobaksodor, sampai olahraga crosscountry.

“Unik kan, tempatnya juga oke, nyaman, banyak spot untuk selfie, dari nuansa hutan, ladang, padi menghijau, akar jati, sapi, kolam ikan, dan banyak story lagi,” tambah Hyudee, salah seorang koordinator GenPI Jateng.

Rangkaian acara Pasar Karetan, 5 November itu juga akan diawali dengan hunting foto bersama, Minggu 15 Oktober besok. Genpi menggelar lomba foto-foto di lokasi itu, dan diikuti oleh fotografer profesional.

“Hasilnya diunggah ke media sosial oleh sang fotografer,” kata Hyudee.

Minggu berikutnya akan dilanjutkan dengan GenPI Camping di @RadjaPendapaCamp. Mereka ingin merasakan sensasi outbound di tepi hutan karet yang rapi.

“Kita undang para blogger, vlogger, instagrammer, facebookers untuk melihat suasana malam,” ujarnya.

Menpar Arief Yahya mengambut positif atas semua inisiatif Genpi itu. Acara itu penting, untuk mengetes engagement di followers medsos anggita Genpi.

“Juga melibatkan desa atau kampung untuk buat atraksi pariwisata, bahkan kelak bisa memberdayakan masyarakat untuk membuat homestay desa wisata,” ucap Menpar Arief.

Menpar Arief selalu berpikir, bahwa Genpi sebagai komunitas netizen yang independen, harus punya dua sisi. Seperti keping mata uang, harus punya cultural value atau creative value. Digital Sociopreneurship menjadi jawaban cerdas Genpi.

“Setiap daerah punya karakteristik yang khas, berbeda dengan daerah lain. Justru kebhinnekaan itulah yang membuat Genpi semakin kreatif di semua daerah. Kita ikuti saja, Pasar Karetan, 5 November 2017,” tambah Don Kardono, setelah melihat persiapan di lokasi.(win)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

1 Comment

  1. Ahmad husain says

    Mohon wisata alam SELOARJUNO & BLIGO di ekspose juga,karna wisata tersebut juga cukup rekomendid utk di kunjungi (akses jln rusak di kesampingkan dulu he he)
    Ini jejak pengelolanya 081914670531