Khas Wangi Wijen Moaci Gemini Kentangan Semarang Diburu Pemudik

0 235

SEMARANG, generasipiknik.com – Musim Lebaran menjadi hal wajib berburu oleh-oleh khas daerah. Di Semarang kue moachi atau moaci masih menjadi primadona untuk dibawa sebagai buah tangan bagi pemudik.

Jika pemudik yang singgah atau sedang berada di Semarang, untuk mendapatkan moaci yang gurih, lembut, dan legit khas asli Semarang, bisa mampir di Toko Oleh-Oleh Moaci Gemini Kentangan, merupakan moaci legendaris yang ada di Semarang.

Moaci Gemini Kentangan sendiri berbeda dengan moaci kebanyakan, jika di daerah lain hanya berbentuk bulatan dengan balutan tepung dan di dalamnya berisi kacang. Beda dengan moaci Gemini Kentangan, kulit balutan berisi taburan wijen.

“Ini yang membedakan moachi Semarang dengan kota lain, yakni adanya variasi wijen taburannya dengan balutannya. Kalau jaman dahulu jadul itu hanya dengan balutan tepung,” kata Dewi Puspawati, pemilik moaci Gemini Kentangan, Sabtu (8/6/2019).

Sebagai genarasi kedua moaci Gemini Kentangan, Dewi hanya membuka outletnya yang sekaligus sebagai rumah leluhurnya yang ada di Jl. Kentangan Barat No. 101, Semarang.

Di outletnya pembeli bisa memilih aneka varian filling (isian) di dalamnya. Tak hanya rasa original moachi berisi kacang, kini moaci Gemini Kentangan ada isi red been, durian, cokelat, green tea, dan strowbery. Dengan harga mulai dari Rp 23 ribu sampai Rp 25 ribu

“Pilihan moaci original ada jumlah isi 25 biji harga Rp 45 ribu, isi 16 harga Rp 30 ribu, dan isi 10 biji harga Rp 19 ribu,” katanya.

Moaci Gemini Kentangan bisa dinikmati saat bersamaan dengan kopi dan teh, bisa setiap waktu. Lebih enak saat ada keluarga dan menjadi teman perjalanan selama mudik atau balik lebaran.

Dewi menceritakan, jika moaci Gemini Kentangan dibuat dengan resep khusus, tambahan wijen merupakan yang pertama kali ada di Indonesia. Itulah yang menjadi ciri khas moaci asal Kota Atlas.

“Sejarah lampau ceritanya dari Tiongkok atau Jepang, sekarang sudah diadaptasi di Asia tenggara, di Indonesia mulai dari Jawa barat ada moachi dari Sukabumi yang packingnya pakai besek, di Semarang sudah modern dengan pakai kotak dus,” jelasnya.

Hingga saat ini, sekira 30 tahun masih bertahan dan menjadi oleh-oleh pilihan para wisatawan atau pemudik.

Untuk wijen sendiri, selain hasil kreasi moyangnya. Dalam tradisi budaya Tiongkok merupakan rempah penghangat badan.

“Jadi asalnya itu kan salah satu jajanan pasar, lalu dimodifikasi kasih wijen, sebagai penghangat badan saat dinikmati,” tuturnya.

Tiap tahun para pemudik pun rela mendatangi outletnya meski berada di tengah kota dan tengah perkampungan. Bahkan sudah banyak pelanggan pemudik yang selalu datang karena sudah paham rasa moaci Gemini Kentangan.

“Pemudik ada dari Jawa Barat, Jakarta, Bandung, Jawa timur, Surabaya kesini. Kami juga banyak saling kenal sama pelanggan pemudik tersebut karena sudah datang berkali-kali saat mudik lebaran,” ujarnya.

Untuk pemudik atau wisatawan, tak usah khawatir untuk tidak kebagian stok moaci Gemini Kentangan. Saat-saat Lebaran akan disediakan lebih dari tiga sampai lima kali stok dari hari biasanya.

“Stok setiap hari bisa 100 dus tiap varian, kalau Lebaran bisa tiga sampai lima kali persediaan. Mulai ramai sejak H-7 sampai nanti H+7, ” tukasnya.

Meski tidak membuka cabang, moaci Gemini Kentangan juga tersedia di beberapa agen yang ada di pusat oleh-oleh di Kota Semarang, di Bandara Ahmad Yani, Stasiun Tawang, dan kafe-kafe. (win)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.