Kisah Dibalik Artistiknya Radjawali SCC, Perjalanan Pengabdian Seni Budaya dari Pati Untuk Jawa Tengah

0 133

SEMARANG, generasipiknik.com – Bukan tanpa asal sebuah gedung megah pertujukan seni budaya Radjawali Semarang Culture Center berdiri. Dibalik itu, sebuah pesan dan makna filosofi melekat dalam totalitasnya pengabdian atas nama seni dan budaya di Jawa Tengah.

Gedung yang ada di Jalan Piere Tendean Nomor 32 Semarang itu berdiri tampak berbeda dengan bangunan disekitarnya. Tiap orang yang melintas di jalan itu, pastinya akan berdecak kagum. Sebuah arti maha karya pasti ada dibalik nilai arsitektur itu.

Makna filosofis melekat dari kekayaan alam berupa hutan, laut, dan batik

General Manager Radjawali SCC Andre Handrijana berkisah, jika nama Radjawali diambil dari nama sebuah sekolah dasar yang didirikan oleh orang tua pemilik Gedung itu.

“Sekolah dasar itu terletak di daerah Juwana Kabupaten Pati. Dan salah satu alasan dibangunnya Radjawali SCC ini adalah sebagai wujud terimakasih dari pemilik Gedung kepada orangtua dan semua leluhurnya,” katanya berkisah.

Lantas, kenapa dibangun di Semarang, bukan di tanah kelahirannya di Pati ? Dipilihnya Kota Semarang, selain sebagai pusat kegiatan dan Ibu Kota Propinsi Jawa Tengah. Kota Lumpia itu secara historis turut andil dalam perjalanan kesuksesan pemilik gedung tersebut.

“Karena masa kecil pemilik Gedung Radjawali SCC dihabiskan di Kota Semarang,” singkatnya.

Dari situlah, lalu digarap lah sebuah konsep bangunan pertunjukan seni dan budaya berkelas nasional bahkan internasional. Dengan tetap mengusung tema kearifan lokal yang memaknai tiap sentuhan arsitek gedung itu.

Gedung Radjawali tampak megah dengan desain eksterior filosofi hutan, laut, dan batik

Seperti pada bagian eksterior muka bangunan (Facade) Gedung Radjawali, kesan artistik langsung terbaca yang terinspirasi dari kekayaan alam dan kebudayaan yang ada di Indonesia.

“Bagian muka gedung mengandung nilai Kearifan lokal Indonesia berupa wujud kekayaan alam dan kebudayaan Indonesia diterjemahkan dalam tiga unsur, yaitu hutan, laut, dan batik,” ucap Andre.

Hutan yang direpresentasikan dengan batang-batang yang melengkung menjulang keatas dibagian sisi kiri depan, melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan pemberi kehidupan.

Kemudian Laut yang direpresentasikan dengan desain lengkungan dibagian tengah atas depan melambangkan ketenangan, kekayaan, dan keragamaan. Lalu Batik menggambarkan ciri khas kebudayaan dan kebanggaan Indonesia.

Ketiga unsur tersebut dapat dinikmati langsung saat melihat bangunan Gedung Radjawali SCC ini.

Gedung Radjawali SCC tampak warna-warni pada malam hari

“Uniknya, penampakan Gedung Radjawali pada malam hari akan lebih artistik, karena pada bagian facade gedung dipercantik dengan warna-warni permainan cahaya lampu,” terangnya.

Selain itu, beralih dari bagian muka bangunan, memasuki area lantai 1 yang disebut Multifunction Hall, akan langsung disambut dengan kehangatan interior berwarna kecoklatan dari jajaran kisi-kisi kayu.

Ruang Multifunction Hall Gedung Radjawali SCC

Area ini memiliki luas 400 meter persegi. Area ini dapat difungsikan sebagai tempat pertemuan maupun sebagai tempat menggelar acara publik atau pribadi.

Sementara pada ruangan utama Radjawali SCC adalah Performance Hall, ruangan yang terdiri dari 279 kursi ini juga tak luput dari sentuhan artistik.

Menilik bagian interior Perfomance Hall Radjawali SCC terinspirasi dari sayap burung rajawali yang direpresentasikan dengan garis-garis tegas dan tipis, serta bidang limasan yang saling terhubung.

“Interior itu menyerupai burung rajawali saat terbang tinggi dengan sayapnya yang terentang megah penuh wibawa,” ujarnya.

Ruang Performance Hall Gedung Radjawali SCC

Berada dalam ruangan Performance Hall, seolah merasakan bentangan sayap rajawali tengah menaungi para penampil, penonton maupun pemerhati yang ada didalam ruang Performance Hall Radjawali SCC tersebut.

“Di dalam ruangan ini juga dilengkapi dengan panggung berukuran 16 x 7 meter dan layar LED Screen berukuran 12 x 6 meter,” paparnya.

Dari kemewahan dan sentuhan artistik itu, maka tak salah, jika Radjawali SCC memiliki standar setara dengan gedung seni budaya kelas dunia. Andre menyebut, secara konsep menyamai Gedung Esplanade milik negara Singapura.

“Kalo secara konsep kita pengen kayak Esplanade Singapura, meski kapasitas kami masih kurang banyak,” katanya.

Namun demikian, Radjawali SCC memiliki fasilitas sistem tata suara yang berstandar kelas internasional. Sehingga bukan hanya bisa digunakan sebagai pentas seni budaya tapi pentas konser artis papan atas mampu digelar di sini.

“Kami punya sound system kelas internasional, di Indonesia hanya ada 10 buah, kami salah satunya yang mempunyai,” tuturnya.

Gedung Radjawali SCC yang memiliki tiga tingkat itu rencananya akan mulai aktif digunakan dan dibuka untuk umum pada Agustus 2019 depan. (tina/win)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.