Pariwisata Jateng Sales Mission ke Tiongkok

Tiru Jejak Manado Gaet Wisman Tiongkok

0 70
SEMARANG, generasipiknik.com – Pasar wisatawan mancanegara dari Tiongkok mulai dibidik Jawa Tengah. Agustus mendatang dengan difasilitasi Kementerian Pariwisata, rencananya akan menyambangi negeri tirai bambu untuk sales mission pariwisata.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporpar) Jateng Urip Sihabudin menyampaikan, berkaca dari Manado yang sukses dalam dua tahun terakhir mampu menjaring wisman dari Tiongkok.
“Ini juga dalam memenuhi target 2 juta wisman di 2018. Portofolio potensi pariwista Jateng justru lebih beragam di banding Manado yang hanya mengandalkan Bunaken sebagai wisata laut dan kuliner bahari,” katanya.
Disampaikan Urip, dia akan membawa unsur perwakilan dari agen wisata dan seni budaya untuk memaparkan dihadapan para pelaku industri pariwisata Tiongkok. Sebelumnya, berencana studi banding ke Manado akhir Juli ini.
“Kita punya 65 persen wisata budaya, 30 persen wisata alam, dan 5 persen wisata buatan. Agen wisata kita ajak dengan yang sudah siap membawa paket wisata pasar Tiongkok yang menarik,” katanya.
Sementara, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu menyampaikan, ada sekitar 125 juta warga Tionkok berwisata tiap tahun. Indonesia baru mampu menjaring 1,5 juta wisman Tionkok, jauh tertinggal dengan Thailand yang mampu 3 juta wisman.
“Jateng harus mulai mengidentifikasi potensi wisata pasar Tiongkok, karakter mereka suka wisata pantai, shoping, dan kuliner. Agen perjalanan wisata harus sudah siap punya paket wisata Tiongkok,” paparnya.
Dia menerangkan, Manado tiga tahun lalu berpromosi ke Tiongkok dengan membawa sales mission mulai dari seni budaya dengan tarian dan para agen perjalanan yang membawa paket wisata Tiongkok.
“Manado tiga tahun lalu promosi di Tiongkok, unsut CEO (Kepala daerah) dan pelaku industri wisata dan penerbangan sangat komitmen. Dari pada promosi ke Eropa, Amerika, lebih baik ke sasaran yang preferens yakni Tiongkok. Tahun ini Manado naik sampai 300 persen,” ujarnya.
Hal yang perlu diperhatikan lainnya yakni akses penerbangan langsung, meski belum ada slot penerbangan langsung Semarang-Tiongkok hal ini bisa disiasati dengan sistem flight carter.
“Bali sudah jenuh oleh wisatawan manca, Jateng bisa berperan mengambil peluang ini. Kami juga siap mendatangkan Komite Tiongkok ke Jateng seperti yang kami lakukan pada Manado, Kepri, Bali, dan Lombok,” katanya.
Penggiat wisata Semarang Benk Mintosih menyambut baik sales mission pasar Tiongkok. Pihaknya sudah memprediksi jauh hari jika wisman Tiongkok pasti akan menyerbu wisata Indonesia karena banyak wisata pantai dan kuliner.
“Saya sudah prediksi 10 tahun lalu, dan pendalaman bahasa Mandarin sudah saya bekali baik untuk diri sendiri maupun kalangan perhotelan. SDM harus siap semua, terutama faktor bahasa dan guide,” ujarnya. (win)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.