Tetap Modis, Menjajal Busana Muslim Paduan Batik Kawung dan Sarung

0 124

SEMARANG, generasipiknik.com – Batik menjadi pilihan dalam berbusana muslim. Kombinasi batik dengan kain apa saja menjadikan batik digemari segala kalangan. Untuk milenial bisa memilih perpaduan antara batik kawung dengan sarung.

Seperti dalam mini fashion show oleh desainer busana muslim Ina Priyono, dia menyuguhkan koleksi terbarunya menampilkan busana muslim dengan perpaduan batik kawung dan turban bagi muslimah, dan paduan sarung bagi pria.

Dia mengenalkan batik Kawung dengan warna yang berkarakter, monokrom, perpaduan antara motif dan garis. Warna hitam dan putih pada tiap garis motif mengesankan ketegasan dan elegan.

Seperti pada empat busana muslimah, monokrom batik kawung bisa dikawinkan dengan baju atasan motif batu dan garis serta sarung atau tenun bagi pria.

“Tren ini memang lebih menyasar kalangan milenial. Dan pemilihan warna monokrom karena warna tersebut selalu eksis meskipun sudah jadi tren sejak tahun lalu,” kata Nilawati Kusumadewi, Kepala Produksi Ina Priyono The Moslem Wear, saat mini fashion show di Hotel Ibis Simpang Lima Semarang, baru-baru ini.

Batik Kawung sendiri adalah batik dengan motif bulatan mirip buah kawung yang ditata rapi secara geometris. Kadang, motif ini juga ditafsirkan sebagai gambar bunga lotus dengan empat lembar mahkota bunga yang merekah. Sehingga tidak salah motif ini dipadupadankan dengan motif batu dan garis serta warna monokrom. Cocok untuk kekinian di era Milenial.

“Warna monokrom jika dimasukkan motif apapun, saya rasa selalu masuk,” imbuhnya.

Dengan tambahan kerudung turban, membuat tampilan menjadi lebih simpel dan milenial. Turban juga dipadupadankan dengan kerudung polos yang dimasukan ke dalam sehingga terlihat simpel nan elegan. Bahan yang digunakan jenis linen sehingga tidak terasa panas kala dikenakan.

“Sedangkan untuk bahan busana biasanya pakai katun yang lebih bisa menyerap keringat. Bahan menjadi faktor utama karena pemakainya biar merasa nyaman dahulu,” jelasnya.

Ada lima busana muslim Milenial  yang dikenalkan Ina Priyono malam itu. Meski bertema sama namun dari sisi model ada perbedaan yang cukup menonjol.

Dua busana dengan motif batik full berada di bagian depan dan yang lain motif garis dengan model ikat pita di bagian depan. Penambahan ikat pita dirasa lebih modern dan sporty mewakili semangat milenial.

“Saya rasa para milenial lebih menyukai sedikit model jadul namun dibuat lebih kekinian,” tambah dia.

General Maneger Hotel Ibis Semarang Wiwied Nurseka mengatakan, kegiatan buka bersama rutin diselenggarakan hotelnya. Disamping untuk merekatkan rasa kekeluargaan sekaligus ajang tampil para desainer asal Semarang.

“Kami hadirkan desainer Semarang yang bisa menginspirasi para tamu ketika menyambut ramadan. Dan di setiap even memang kami hadirkan desainer beda dengan karya busananya sesuai tren atau momen yang ada,” tukas Wiwied. (win)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.