Kemenparekraf Gandeng Masata Ciptakan 250 Ribu Desa Wisata di 2024

Masata sebagai ujung tombak pengembangan pemulihan pariwisata di masa pendemi bisa membantu pembentukan 250 ribu desa wisata.

0 111

Generasipiknik.com – Kementerian Pariwistaa dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan ada 250 ribu desa wisata pada 2024. Sinergi dengan Masyarakat Sadar Wisata (Masata) akan mempermudah capaian itu.

Deputi Bidang Sumberdaya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wisnu B Tarunajaya, menyampaikan sudah ada modul eksploring yang akan digunakan sebagai acuan dalam pembentukan desa wisata.

“Modul sudah ada, 2021 bisa kita jalankan,” kata dia, disela Webinar Pelantikan Virtual 44 DPD/DPC Masata Periode 2020-2025, Sabtu (3/1).

Modul berisi pengenalan menggali produk wisata, pelatihan, termasuk menyiapkan perilaku SDM pariwisata.

Dia meminta, dengan modul itu, Masata sebagai ujung tombak pengembangan pemulihan pariwisata di masa pendemi bisa membantu pembentukan 250 ribu desa wisata.

“Boleh meniru, jangan sama karena akan terjadi persaingan. Tapi kooperatif, sinergi bersama. Ini tidak mudah tapi kita harus cari strategi,” jelas dia.

Karenanya, melalui pelantikan sebanyak 44 DPD/DPC Masata, bisa mulai menyusun program percepatan pembentukan desa wisata pada 2021.

“Dipetakan jenis desa wisata dari rintisan, berkembang, maju ,dan mandiri,” katanya.

Ketua DPP Masata, Panca R. Sarungu mengaku akan bekerja keras dalam membangkitkan kembali pariwisata.

Melalui 44 DPD/DPC Masata yang baru saja dilantik, Panca berpesan desa wisata menjadi selling point dalam mengangkat kearifan lokal pariwisata saat ini.

“Wisata domestik menjadi tumpuan utama, desa wisata jadi jawabannya,” kata dia.

Oleh karena itu, dalam waktu dekat Masata akan menggelar Rakornas Masata pada 24 Oktober 2020 di Lampung.

“Membangkitkan pariwisata harus seiring dengan program protokol kesehatan. Maka perlu CHSE, agar tempat wisata, kuliner tetap berjalan,” katanya.

“Rakornas 24 Oktober 2020, akan dirancang program kerja jangka pendek, menengah, dan panjang,” imbuh dia.

Sementara, Ketua DPD Masata Jawa Tengah, Sugeng Sugiantoro menambahkan, program desa wisata sudah masuk dalam agenda kerja Masata Jawa Tengah.

“Melalui DPC akan banyak desa wisata di Jawa Tengah yang bisa dikembangkan. Sinergi dengan organisasi kepariwisataan akan kita optimalkan,” kata dia.

Jawa Tengah menurut dia, punya banyak kearifan lokal desa wisata yang bisa dikolaborasikan antara destinasi, atraksi, UMKM, dan kuliner.

“Ada kampung tematik, kluster UMKM, klaster wisata, kita bisa mulai dari situ kembali membangkitkannya,” kata dia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.