Perkenalkan, Geosite Kayangan Api Sosok Legenda Di Festival Geopark Bojonegoro

0 127

BOJONEGORO, generasipiknik.com – Mengenal tempat wisata tak hanya dari keindahan suatu tempat, lebih dari itu sebuah sejarah legenda menarik untuk disimak. Seperti Geosite Kayangan Api, sebuah sumber api abadi yang ada di kawasan hutan lindung Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Kompleks Kayangan Api merupakan fenomena geologi alam berupa keluarnya gas alam dari dalam tanah yang tersulut api sehingga menciptakan api yang tidak pernah padam walaupun turun hujan sekalipun. Keberadaannya sudah sejak lama menjadi bagian legenda peradaban di tanah air.

Api abdi itu kini menjadi landmark bagi Festival Geopark Bojonegoro yang digelar pada 24 – 25 November 2018 kemarin. Festival dihelat dengan mengkolaborasikan antara budaya dan seni, seperti pada wujud tari Kayangan Api, tari Thengul, dan Tayub. Termasuk beberapa kuliner khas Bojonegoro.

Dalam legenda Sejarahnya, api abadi diwujudkan dalam tarian Kayangan Api yang menggambarkan tentang api abadi yang tak kunjung padam. Konon api abadi ini digunakan Empu Kriyo Kusumo untuk membuat keris pada jaman Majapahit.

Dalam Festival Geopark Bojonegoro, penampakan Kayangan Api nampak jelas menjadi landmark acara. Semburatnya mengisyaratkan menjadi salah satu sumber api abadi terbesar di dunia.

Sementara tari Thengul, menggambarkan salah satu tokoh wayang Thengul yang terbuat dari kayu, sehingga mempunyai gerak yang kaku, menyiku, dan patah-patah dan berekspresi lucu, namun terlihat anggun dengan bedak putih yang menaburi wajahnya.

Tak hanya tarian tradisional khas Bojonegoro, kuliner khas Bojonegoro mulai dari nasi pecel daun jati, lemet, sego buwuhan, hingga sayur ikan pe turut memanjakan wisatawan dan masyarakat yang hadir.

Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irwanto menyatakan jika Festival Geopark Bojonegoro merupakan wujud perpaduan antara legenda sejarah dengan kekayaan budaya di Bojonegoro.

“Kami kenalkan wisata sejarah dengan kayanya cerita legenda dibalut dengan budaya khas Bojonegoro, ini memberikan pengalaman yang menarik,” tuturnya.

Festival yang pertama kali digelar ini, juga turut mengenalkan destinasi sumber api abadi lainnya seperti struktur Antiklin Kawengan bagian puncak antiklin, bagian sayap kanan dan sebagian sayap kiri, semuanya di Kecamatan Kedewan.

Geopark lainnya adalah Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Dung Lantung di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, dan lokasi temuan fosil gigi hiu purba di Desa Jono, Kecamatan Temayang.

“Kita akan lanjutkan festival-festival lainnya ke depan. Potensi wisata di Bojonegoro sangat banyak bagus jika diadakan festival-festival yang lain untuk mempromosikan wisata Bojonegoro,” terangnya.

Festival Geopark Bojonegoro juga dikemas apik, melibatkan Komunitas Generasi Pesona Indonesia (Genpi) mengkonsep sebagai pasar digital dengan transaksi menggunakan uang girik pengganti transaksional selama festival.

“Konsepnya bagus, pakai uang girik yang  unik. Anak muda suka kayak gini. Harga kuliner juga terjangkau dan memang menu tradisional khas Bojonegoro,” ungkap Dwi Puspita Ningrum, salah seorang pengunjung asal Bojonegoro. (ariyanto/win)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.