USAID RWAP Olah Skill BLK Lebih Aplikatif, Apindo Siap Tampung

Gelar Kompetisi Antar BLK

0 114

Semarang, generasipiknik.com – Persoalan ketercukupan tenaga kerja dunia industri rupanya masih bisa dijawab oleh para lulusan Balai Latihan Kerja (BLK). Lebih siap menerapkan ilmu praktik kerja dibanding lulusan lainnya bahkan sarjana.

“Mereka memberi skill dan ketrampilan, mereka aplikatif, jadi bukan teori yang tinggi, ini cocok untuk dunia usaha kita,” kata Frans Kongi, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jateng, usai meninjau lomba ketrampilan BLK, di Gedung UTC Semarang, Sabtu (25/8).

Menurut Frans, Jateng dikenal dengan tagline provinsi garment, sudah selayaknya pemerintah peka terhadap perkembangan BLK. Kompetisi seperti itu harus diperbanyak dengan alih teknologi.

“Tentunya juga sebagai update teknologi, jangan sampai lulusan BLK sudah kompeten tapi ketinggalan jaman, industri itu lima tahun sekali pasti berubah. Sudah digital semua,” terangnya.

Frans juga menyemangati, tenaga kerja lokal tak usah khawatir akan hadirnya tenaga kerja asing. Menurutnya, para pengusaha Apindo Jateng berkomitmen tak akan memakai pekerja asing.

“Kenaikan TKA di Jateng tujuh kali lipat, itu bagus artinya investasi sudah berkembang. Tak usah khawatir, kami tak pakai TKA karena biaya mahal, dari gaji, akomodasi sampai keselamatan kerja,” ungkapnya.

Pihaknya juga siap kapan saja jika dimintai bantuan terkait dunia permagangan bagi lulusan BLK yang ingin cari pengalaman pertama.

“Kami 100 persen akan membantu, silakan magang di perusahaan kami, kami juga butuh karena baru 20 persen yang terserap Apindo bagi lulusan BLK,” tukasnya.

Sementara, Toto Purwanto, Chief of Party Ready-to-work Accelerator Program (RWAP) USAID menyatakan, lomba ketrampilan menunjukan potensi siswa BLK sesungguhnya.

“Belum lulus BLK, terbukti mereka terampil, dari lomba menjahit garmen dengan mesin otomatis, administrasi kantor dengan software, dan lomba elektrik AC,” paparnya.

Pihaknya sampai saat ini getol melibatkan BLK di Jateng, ada enam kota dan kabupaten sudah dalam pilot projectnya.

“Bertahap, tahun ini ada enam, akan tambah dua lagi nanti,” katanya.

Dari ketrampilan siswa BLK ini dia yakin akan menutup angka lima juta pengangguran yang ada di Jateng.

“Akan kita tutup itu, kami juga meminta pemerintah melakukan evaluasi BLK karena ada 80 persen BLK belum update kurikulum yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja industri,” ujarnya. (Win)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.